Jumat, 08 Agustus 2014

Saat Meneguk Kopi

Aku suka dengan kopi yang mengendap sedikit pekat sambil ditemani kamu di sebelahku. Dalam berbincangan yang kadangkala di sela oleh puluhan jelaga keringat, kita tak lagi bicara tentang romansa atau kecup liar yang seringkali hinggap. Kita mungkin menjadi sok serius, pemikir dengan rongga otak yang mendadak membesar.


Tahukah kamu, pernah ada masa saat aku sedikit bosan denganmu yang seolah kehilangan canda ketika tengah berhadap-hadapan dengan kopi. Kamu yang tiba-tiba melanglang buana dalam alam imajinasi dewasa dengan kadar berlebihan. Sudah tentu aku akan tetap mematut-matutkan diri agar terlihat masih mampu mendengar suaramu yang menukik tajam menyampaikan aksara. Meski demikian, saat keadaan genting tersebut terjadi, silang percakapan kita selalu berhasil menemukan bentuknya agar sesegera mungkin menampilkan kebebasan. Kebas dari tetek bengek pemikiran klasik yang menjemukan. 

Ada satu hal yang tak bisa kunafikan, Saat pertemuan kita bersama secangkir kopi, ada singgah derai ranting di hutan cemara. Ini bukan tentang secangkir kopi atau kamu, ini tentang bagaimana ruap kopi itu bercampur denganmu. Aku dengan cepat jatuh cinta pada kopi dengan aroma tubuhmu.

Written By Nugraha Sugiarta
Photo By Amelia Devita

8 komentar:

  1. menutup mata, membayangkan nikmatnya aroma kopi bersama orang yang kita suka.

    Memang nikmat ternyata ^_^

    BalasHapus
  2. Kalian kok jarang sekali update ya?
    Padahal paduan foto dan rangkaian kata kalian berdua itu manis sekali :)

    BalasHapus
  3. disrutup dlu mas bro kopinya,,sambil kebal kebul..hehe

    BalasHapus
  4. ငါတို့ပေးသောနှင့်မျိုးစေ့များကိုလုံးဝရောဂါပျောက်ကင်းစေနိုငျသောမူးယစ်ဆေးသုံးပြီးအမျိုးမျိုးသောကျန်းမာရေးပြဿနာများဆက်ဆံဖို့မူးယစ်ဆေးဝါးများသည်။

    Obat Epilepsi
    Obat Jantung Bocor Anak
    Obat Lipoma
    Obat Gerd
    Obat Herbal Alami

    BalasHapus