Jumat, 15 Maret 2013

Lima Belas Menit Seusai Keramaian Cielo

Jalanan Bandung masih padat. Sahut-menyahut klakson bersuara laksana orkestra kehilangan dirigen. Akhir minggu seusai menyelesaikan keramaian, aku harus menemui keramaian lainnya. Tak terlalu jauh berjarak, hanya sekitar lima belas menit. Pada deru yang menghempas aku dan kamu terpisah. Siapa yang bisa menduga, dalam perjalanan kesendirian nan singkat itu, kamu melintas pekat. Kita yang terbiasa berminggu-minggu terpisah jarak, kini hanya berjarak waktu lima belas menit dan kamu melintas pekat!

Baik, akan kuceritakan padamu tentang pengembaraan singkatku. Di menit pertama, kususur jalanan dengan kecepatan memalukan. Berbicara jalanan di Kota ini memang sudah tak terlalu ramah. Lubang menganga seperti periuk raksasa yang siap menerkam, antrian kendaraan yang tak pernah habis mengumbar karbondioksida, dan lampu kota yang sebagian besar mati, dipaksa berdiri dalam gelap. 




Lalu, tiba-tiba saja aku telah terdampar di pojokan cafe kecil yang penuh sesak. Terlibat pembicaraan dengan beberapa kawan. Bergelas-gelas kopi dan teh berserak di antara seliweran asap rokok. Dalam percakapan yang dipenuhi gelak tawa itu, kepalaku masih berpikir tentang waktu. Dalam ruang yang berbeda, kita sama-sama menghabiskan waktu. Dalam waktu yang menggulir cepat, aku ingin membagi ruangku bersamamu. 

Pada detik yang makin merajam, akhirnya kukirimkan sebaris pesan singkat. Kamu cepat membalas, berjanji akan bersegera membabat habis lima belas menit jarak yang telah memagari kita dengan aroma kebinasaan. Itu adalah lima belas menit terlama yang pernah kutemui sampai kemudian segaris senyummu tiba. Pertanyaan yang belum sempat terlontar kemudian muncul: apakah kamu melihat lubang menganga? antrian kendaraan? Lampu kota yang menganggur? Aku baru saja menyaksikannya. Semua selalu hadir ketika tengah sendiri. Namun, tahukah kamu? Ketika bersamamu, segala sedu-sedan pada kota yang terlalu ramai ini selalu hilang. Ketika bersamamu, hanya ada cahaya dan tawa. Tahukah kamu? Ketika bersamamu, di mana pun itu, melankoliaku pada kota ini selalu pergi. Kamu selalu berhasil, lagi dan lagi, menciptakan keajaiban.

Written by Nugraha Sugiarta 
Drawing by Amelia Devita 
     

38 komentar:

  1. *senyum2sendiribacanya* :p
    -dev-

    BalasHapus
  2. RAWR~! And I was there to witness it, kyaaaaahh... ga nyangka punya sepupu yang bisa romantis ga nyante gini mwhahahahaah.. *berlalu dengan anggun*

    BalasHapus
    Balasan
    1. nyiaahahhaa.. sempet ditinggal pula, qiqiqi :p

      Hapus
  3. Baca postingan ini, bandung dengan segala keruwetannya kok jadi manis ya .. hehe

    BalasHapus
  4. euh... romantisnya dikau, Nu...
    aih, gw jadi ngebayangin waktu masa2 sebelum nikah. suka mesem2 sendiri baca sms "kangen" dari mantan pacar (suami) :p

    BalasHapus
  5. Balasan
    1. cielo itu mksdny judul bukuku hihi, jd itu kjadian after launching buku itu :)

      Hapus
  6. Ketika bersamamu semua sedu sedan keramain kota ini hilang .... hmmmmmmm mikir :)

    BalasHapus
  7. Jadi rindu mau ke Bandung.
    Bandung, sekarang macet.... tapi tetap seperti magnet...

    BalasHapus
    Balasan
    1. city of angel (angelny bs d artiin sbagai bahasa inggis atau bahasa jaw hahaha)

      Hapus
  8. Bandung emang gimanaaaaa..... gitu :D

    BalasHapus
  9. manis sekali, ceritanya begitu mengalir .. dengan kata2 yang tak biasa di gunakan.. keren :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi nunu emg kece klo nuliss :p -dev-

      Hapus
  10. aku haruuuus bacaa......#udah ada di Gramedia belum mas mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. qiqiiqiqiq... ga ada di gramed mba. unt pemesanan bsa via sms 0896 1373 9862 :)

      Hapus
  11. menarik deh, gaya nulisnya kayak penulis teenlit luar negeri....pilihan diksinya gk biasa...kesannya romantis tapi gk membuai-buai, jadi gk ngebosenin...
    aku mau beliii....harus pesen via sms ya? ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi terimikisi.... :)
      iya klo pesen via sms yah ke 0896 1373 9862 ^^

      Hapus
  12. Membaca ini ingatanku terbang pada kemanisan Bandung di suatu hari,...dan kenangan tentang hari itu kian..kian terasa menghangatkan hati.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe bandung emng manis dan ngangenin..

      Hapus
  13. ilustrasinya bagus... -__- tulisannya juga...

    BalasHapus
  14. aahh...manis, romantis, dan magis.
    me likey

    BalasHapus
    Balasan
    1. me likey too mbaa... qiqiiqiq.. -d-

      Hapus
  15. Balasan
    1. qiqiiqqi.. co cuit smpe bkin komen sndiri stelahnya.. :P

      Hapus
  16. ...dan aku meleleh... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduh musti buru2 dimasukin kulkas biar beku lagiihh :p

      Hapus
  17. nice info gan

    Hai teman-teman pecinta traveling. Kami ada info tentang beberapa pantai bagus loh, silahkan kunjungi ya: Pantai Sawarna || Pantai Indrayanti || Pantai Klayar || Pantai Kuta || Pantai Anyer || Pantai Pangandaran || Pantai Ngobaran . Semoga bermanfaat.

    BalasHapus