Minggu, 31 Maret 2013

Pagi dan Bangku Percakapan

Bagiku, tidak ada yang lebih syahdu daripada menemui pagi dengan musik pada pemutar lagu digital. Ini tentu bukan tentang bisik lirih suara Julie Delpy dalam An Ocean Apart atau denting gitar pada lagu Berdua dari Payung Teduh yang selalu menggetarkan hati itu. Ini adalah tentang memulai hari, memilih perjalanan yang harus dijalani dan segala alunan itu menjadi soundtrack yang melintas begitu saja. Memantul lambat pada dinding-dinding kamar.


Apa yang kamu bayangkan ketika pertama kali membuka mata? Bersegera melirik jam dan terburu-buru mengambil handuk? Mengingat tumpukan pekerjaan di meja kantor?  Mengeluhkan pertemuan dengan dosen bermata galak? Atau justru termenung terlalu lama untuk sekadar menenentukan pilihan? Ah, ya. Setiap bangun, aku selalu suka mengingat tentang sinar matahari yang mengecup dedaunan dan menciptakan warna keemasan lalu keluar kamar untuk sekadar menjerang kopi susu. Sesekali, ada yang bertanya. “ Ngapain hari ini? Mau ke mana?” Aku hanya tersenyum dan menjawab singkat: mengunjungi seseorang, mungkin teman atau apa pun.  

Lalu, di jalanan pagi aku akan menyaksikan semua tergopoh-gopoh menuju sekat-sekat kehidupannya. Sebagian mabuk dalam irama rutinitas yang sedikit menjemukan. Aku mampir pada bangku taman, bangku percakapan. Menemui keramaian tanpa beban sambil menikmati celoteh kawan-kawan yang tak merasa perlu untuk tergopoh-gopoh menemui sekat-sekat. Kusobek sekat-sekat itu, kuhancurkan tangga-tangga bertingkat yang kerap menciptakan jarak persahabatan. Julie Delpy lalu mengiang, “Time went by, and then we died, everything went too fast”. Mungkin terlalu cepat, tapi aku tahu bahwa segala kecepatan ini telah kulewati dengan sangat mengagumkan. Bagaimana dengan kecepatan waktu di dalam hidupmu, kawan?


Written by Nugraha Sugiarta
Drawing by Amelia Devita

23 komentar:

  1. menarik nafas panjang membaca postingan ini DeNu. Sungguh kadang cepatnya ritme hidup tak sebanding dengan apa yang didapat. *sokserius*

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi... narik nafas dan terus smangat yahhh :)

      Hapus
  2. Asyiknya bisa punya waktu untuk menikmati "bangku percakapan" spt itu... sementara aku telah terjebak rutinitas harianku yang terkadang terasa membebani hati.

    BalasHapus
    Balasan
    1. skali2 mampir yuk ke "bangku percakapan" :)

      Hapus
  3. Aku termasuk dari salah satu yang tergopoh-gopoh menuju sekat-sekat kehidupan.... hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe tergopoh2ny seru tp kan hehe

      Hapus
  4. sebenarnya waktu nggak begitu cepat. tapi perpisahan yang membuatnya terasa cepat. perpisahan dengan teman-teman, dengan kekasih, perpisahan dengan hari ini, kemudian hari ini menjadi kemarin, kemarin menjadi kemarin lusa dan selanjutnya kita akan bilang "rasanya baru kemaren bla bla bla"...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener, trus smua tiba2 udh melintas y...

      Hapus
  5. bercakap2 dengan bangku terkadang membingungkan, karena tidak memiliki jawaban ;p

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi iya, tp jngn keseringan y bingungny hihi

      Hapus
  6. Ketika membuka mata hal pertama yang saya bayangkan adalah mau bikin apa hari ini? Mau baca buku apa? Mau menulis apa? :p *cerita pengangguran*

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi, mari membuat sesuatuuu...

      Hapus
  7. Hari-hari kerjaku diisi dengan segala ketergopoh-gopohan itu. Kalau wiken, baru aku bisa menikmati waktu :)
    Beruntunglah orang-orang sepertimu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi seenggakny, masih pny hari bs menikmati waktu, itu jg menyenangkan :)

      Hapus
  8. ketika buka mata, biasanya mah langsung pengen BAB hehehe..kebelet pipis juga sih. hihihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi, langsung panggilan alam yah :p

      Hapus
  9. hmmm...jadi terinspirasi menulis sesuatu nih DeNu ;) thanks ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hohoho u r so welcome ori :)ntar boleh y baca hasil tulisanny horee...

      Hapus
  10. Kecepatan waktu di dalam hidup saya, amat sangat cepat, butuh waktu tambahan nih, 24 jam berasa kurang ^_^

    Bukankah sejatinya hidup itu adalah berbuat, berbuat, dan banyak berbuat kebaikan sehingga produktivitas waktu kita dihitung sebagai amal.

    BalasHapus
  11. aku dan suami sering bertanya knp wiken itu sellau dtg dan dtrg lagi dgn bgt cepatnya :)

    BalasHapus
  12. Good morning chair :D

    Kami menyediakan beberapa info tentang Pagar Rumah Minimalis || Desain Rumah Sederhana || Modern Interior Design || Rumah Minimalis Sederhana || Model Rumah Sederhana || Teras Rumah Minimalis . Jika anda berminat silahkan kunjungi web tersebut.

    BalasHapus